Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Sunday, January 01, 2012
E-Book : Sang Pelopor
"Bekerjalah, Anakku, sebab semesta menginginkanmu bekerja, bukan menghafal. Mencoba, dan teruslah mencoba, sampai engkau menemukan legenda hidupmu sendiri. Di dalam kemiskinan dan keterbatasan, janganlah kita membuat pembenaran untuk kalah atau menyerah!" ucap Bu Kasmini kepada semua muridnya di Madrasah Kampung Sawah.
"Novel ini harus dibaca oleh para guru, orang tua, juga birokrat yang mengurusi dunia pendidikan kita. Sebagai karya sastra, penggalian tema pendidikannya sangat dalam dan pilihan bahasanya sangat indah. Sebagai inspirasi dan motivasi, sangat nikmat dibaca dan diresapi. Ini novel best-seller! Tak kalah di-banding kehebatan Laskar Pelangi!" Sunardian Wirodono, produser, sutradara, peneliti, dan pengarang Syair Panjang Aceh (Syahie Panyang Aceh).
"Biarlah mereka belajar sambil melakukan, bukan sekadar mem-bayangkan, sebab cita-cita mereka lebih tinggi dari cita-cita kita," kata bapak kepala sekolah menjawab pertanyaan ustadz Fairus tentang modul yang diterapkan di madrasah itu.
Download :
Via Hotfile
ia Mediafire
Label:
Book,
Cerita,
hiburan,
leadership,
motivasi
Saturday, October 08, 2011
Si Kancil Kena Batunya
Si kancil tidak tahu kalau ia dari tadi sedang diperhatikan oleh seekor siput yang sedang duduk dibongkahan batu yang besar. Si siput berkata,"Hei kancil, kau asyik sekali berbicara sendirian. Ada apa? Kamu sedang bergembira ?". Kancil mencari-cari sumber suara itu. Akhirnya ia menemukan letak si siput.
Setelah si kancil pergi, siput segera memanggil dan mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong teman-temannya agar waktu perlombaan nanti semuanya harus berada dijalur lomba. "Jangan lupa, kalian bersembunyi dibalik bongkahan batu, dan salah satu harus segera muncul jika si kancil memanggil, dengan begitu kita selalu berada di depan si kancil," kata siput.
Hari yang dinanti tiba. Si kancil datang dengan sombongnya, merasa ia pasti akan sangat mudah memenangkan perlombaan ini. Siput mempersilahkan Kancil untuk berlari duluan dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana ia sampai. Perlombaan dimulai. Kancil berjalan santai, sedang siput segera menyelam ke dalam air. Setelah beberapa langkah, kancil memanggil siput. Tiba-tiba siput muncul di depan kancil sambil berseru,"Hai Kancil ! Aku sudah sampai sini." Kancil terheran-heran, segera ia mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi. Ternyata siput juga sudah berada di depannya. Akhirnya
Si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul di depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal. Ketika hampir finish, ia memanggil siput, tetapi tidak ada jawaban. Kancil berpikir siput sudah tertinggal jauh dan ia akan menjadi pemenang perlombaan.
Si kancil berhenti berlari, ia berjalan santai sambil beristirahat. Dengan senyum sinis kancil berkata,"Kancil memang tiada duanya." Kancil dikagetkan ketika ia mendengar suara siput yang sudah duduk di atas batu besar. "Oh kasihan sekali kau kancil. Kelihatannya sangat lelah, Capai ya berlari ?". Ejek siput. "Tidak mungkin !", "Bagaimana kamu bisa lebih dulu sampai, padahal aku berlari sangat kencang", seru si kancil.
Pesan Moral : Janganlah suka menyombongkan diri dan menyepelekan orang lain, walaupun kita memang cerdas dan pandai.
Subscribe to:
Posts (Atom)
